Exclusive Studi Kelayakan Pembangunan PABRIK SEMEN di Indonesia, 2012
Tahun 2011 lalu industri semen di dalam negeri menemukan masa kejayaannya dengan total penjualan sebanyak 45 juta ton senilai Rp. 43 triliun atau meningkat 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp. 40,7 triliun. Meningkatnya penjualan tersebut sangat erat kaitannya dengan melonjaknya kebutuhan semen hampir disemua propinsi di tanah air, tertinggi di propinsi banten yang meningkat sebesar 38,6 persen, sedangkan wilayah Jawa yang merupakan penyerap pasar semen domestik terbesar hanya meningkat sebesar 21 persen, wilayah Bali-Nusa Tenggara sebesar 19 persen, wilayah Kalimantan sebesar 15 persen, Sulawesi 15,8 persen dan Sumatera 13,8 persen.
Menurut survey yang dilakukan CDMI, kebutuhan semen nasional pada tahun 2012 ditaksir mencapai 52,28 juta ton dan pada tahun 2016 diprediksi sebesar 74,07 juta ton, jika dibandingkan dengan total kapasitas produksi saat ini sebesar 45,24 juta ton pertahun, maka masih mengalami kekurangan supply semen sebanyak 7,04 juta ton. Meskipun perusahaan semen yang ada saat ini berproduksi dengan kapasitas penuh, kekurangan supply semen pada tahun 2016 mendatang bisa mencapai 17,25 juta ton. Hal ini menunjukkan masih diperlukannya ekspansi dengan cara membangun pabrik semen baru.
Hasil survey juga menunjukkan, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih merajai pangsa pasar semen domestik dengan menguasai pasar sebesar 30,35 persen dari total konsumsi semen nasional atau sebanyak 14,57 juta ton, kemudian PT. Semen Gresik (Persero) Tbk sebesar 21,73 persen atau sebanyak 10,43 juta ton, disusul kemudian PT. Holcim Indonesia Tbk sebesar 13,35 persen atau sebanyak 6,41 juta ton, PT. Semen Padang sebesar 12,56 persen sebanyak 6,03 juta ton dan PT. Semen Tonasa sebesar 8,57 persen atau sebanyak 4,11 juta ton.
Hampir semua perusahaan semen dalam negeri memiliki kinerja yang sangat memuaskan, langkah ekspansi yang dilakukan dengan mengeluarkan dana triliunan rupiah berjalan sukses dengan pendapatan yang juga meningkat pesat, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk memimpin dengan pendapatan tahun 2011 lalu sebesar Rp. 16,3 triliun, disusul PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan pendapatan sebesar Rp. 13,8 triliun, kemudian PT. Holcim Indonesia Tbk dengan pendapatan sebesar Rp. 7,5 triliun. Kinerja yang positif juga ditunjukkan oleh perusahaan semen lainnya seperti, PT. Semen Padang, PT. Semen Baturaja, PT. Semen Tonasa, PT. Semen Andalas, dan PT. Semen Bosowa Maros, yang terakhir ini bahkan melalui group Bosowa akan menginvestasikan dananya sebesar US$ 1 milyar yang sebagian akan digunakan untuk membangun pabrik semen baru dengan target akan menguasai pasar Sulawesi dan jawa timur.
Melihat semakin gencarnya perusahaan semen dalam negeri melakukan ekspansi, mendorong PT. Central Data Mediatama Indonesia (CDMI), sebuah konsultan terkemuka saat ini, untuk melakukan riset yang lebih mendalam dan akhirnya sukses menerbitkan buku Exclusive Studi Kelayakan Pembangunan PABRIK SEMEN di Indonesia, 2012. Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi perusahaan yang telah menjalankan bisnis ini atau bagi investor yang akan masuk ke bisnis ini dan pihak perbankan yang membiayai sektor ini.
Buku studi ini hanya dijual secara ekslusif di PT. CDMI dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon nomor (021) 3193 0108-09 atau melalui Fax di nomor (021) 3193 0102 dan melalui e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga US$ 650 untuk edisi bahasa Indonesia dan US$ 700 edisi bahasa Inggris.
Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,
Muslim M. Amin
www.cdmione.com
Indonesia > Jakarta > Jakarta
Iklan baris gratis di Indonesia > Dijual di Indonesia > Dijual di Jakarta > Dijual di Jakarta > pt cdmi
Buku - Majalah di Indonesia > Buku - Majalah di Jakarta > Buku - Majalah di Jakarta > Exclusive Studi Kelayakan PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN di Indonesia, 2012